Monday, January 12

The Question

Paling sebal kalau dapat pertanyaan "Gimana lomba lari nya? Juara berapa?" Jelas orang yang mengajukan pertanyaan itu bukan pelari yang mengerti bahwa berdiri di garis start dan melewati garis finish itu adalah sebuah kemenangan tersendiri. Monolog panjang tentang lari adalah olah raga melawan diri sendiri hanya mengundang pandangan bingung dari lawan bicara. Nyerah deh! Mendingan lain kali jawab pertanyaan model begitu dengan pertanyaan juga seperti "Baru potong rambut ya? Kok kelihatan lebih kurus?" :-)

Did you win? I never quite know how to answer that question. Obviously people who ask this question is not a runner. I used to go on a long monologue of it's not about winning to answer. And when I tell them that running is a sport against yourself they look at me like I'm a lunatic. I give up. Now I just distract them with another question. Did you just cut your hair? :-)

Friday, January 9

Bib #4

4/09/2012. SCHM. 10K. Waktu lari pikiran saya melayang ke hari Papa saya meninggal {Rabu, 18/04/2012. Baru aja selesai treadmill waktu dikabarin harus segera ke RS karena keadaan Papa kritis. Cepat-cepat ganti baju, tidak sempat mandi, saya ingat lari seperti orang gila dari gerbang RS ke ICU di lantai dua. Tapi terlambat} Kalau pikiran kaya gini muncul pas saya lagi sendirian di kamar pasti air mata udah kemana-mana. Anehnya pikiran tentang almarhum Papa saat berlari, bukannya membuat saya sedih malah memberi ketenangan dan kekuatan luar biasa yang membuat saya lupa waktu dan jarak. Medali 10K pertama saya untuk Papa tersayang. Ranking 11 dari 38 pelari wanita di kategori 40+ 1:12:18

4/09/2012. Standard Chartered Half- Marathon Indonesia. 10K run. I remembered during the race my mind wandered to the day my Dad passed away {Wednesday, 18/04/2012, 9:55am. I was just finished running on a treadmill when I received the dreadful phone call. Quick change of clothes, no time for shower, running like mad from the gate of the hospital up the stairs to the ICU on the second floor. I wasn't quick enough, time wasn't on my side}. Then I started to think about him, these thoughts gave me tranquility and made my running light & breezy, made me forget about time and distance. My first 10K finisher medal. This one for you Dad. Rank 11th out of 38 women runners in 40+ category. 1:12:18


Tuesday, January 6

Gili Run

9/10/2012. Gili Trawangan, Lombok. Tidak ada mobil. Tidak ada sepeda motor. Cuma ada sepeda dan kereta kuda. Lari liburan itu paling menyenangkan. Liburan lari? Yang bener aja! Begitu kurang lebih komentar kebanyakan orang kalau saya cerita tentang senangnya lari liburan. Nggak perlu stress tentang yang sudah terjadi (Udah cukup latihan belum ya?) atau yang belum terjadi (Bisa bikin rekor baru nggak ya?) Menikmati, memaknai dan mensyukuri tiap detik, tanpa beban.

9/10/2012. Gili Trawangan, Lombok, Indonesia. No cars. No motorcycles. Bicycle and horse cart only. Holiday run is the best. I don't need to worry about the past (did I have enough training?) or the future (will I make a new PB?) I can just concentrate on the present and enjoy being in the moment.



Monday, January 5

Bib #1

23/09/2012. Jakarta Marathon 2012. 5K. Sampai hari ini saya masih ingat hebohnya pertama kali ikut lomba lari. Serunya merasakan dan mendengarkan indahnya irama kaki para pelari bersentuhan dengan aspal yang bikin perasaan gugup dan gegap gempita. Menikmati sensasi melewati garis finish untuk pertama kali, cape tapi senang, senang tapi pegel, pegel tapi puas serasa terbang ke langit ke tujuh. Ranking 64 dari 125 pelari wanita. 0:36:51

23/09/2012. Jakarta Marathon 2012. 5K. To this day I still remember the euphoria to be with other runners. That running rhythm of other runners strangely gave me this awesome feeling. When I crossed the finish line I felt exhausted but thrilled, satisfied, overjoyed, joyous, ecstatic, on cloud nine, in a frenzy of delight, exultant. A run-gasm. Rank 64th out of 126 women runners. 0:36:51


Thursday, January 1

A Life Long Runner

Nggak nyangka bisa jatuh cinta sama lari. Memang bukan cinta pada pandangan pertama. Awalnya hanya penasaran karena ingin tau mampu tidak sih seorang pemalas seperti saya menjadi pelari. Rasanya tidak mungkin. Mulai lari tahun 2012 saya banyak belajar tentang diri saya sendiri. Ternyata lari dan kehidupan itu mirip. Dua-duanya membutuhkan daya tahan, kesabaran, ketekunan, komitmen & kerendahan hati. Keduanya menuntut saya bahagia dengan siapa saya dan bersyukur sekalian bangga atas prestasi saya sendiri. Bayangkan kalau kita selalu membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Kita bisa jadi kecil hati, putus asa, sirik & dengki karena akan selalu ada pelari yang lebih cepat dari kita. Atau kita bisa jadi sombong, sok tau, tinggi hati, menganggap remeh orang lain karena akan selalu ada pelari yang lebih lambat dari kita. Cape kan? Bukan hanya tubuh yang perlu dilatih, hati pun perlu dilatih supaya bisa selalu bersyukur dan bangga atas prestasi diri sendiri, apapun itu. Di dalam hidup atau di dunia lari satu-satunya musuh yang harus saya kalahkan adalah diri saya sendiri. Ayo lari! 

I fell in love with running. It wasn't love at first sight. It was more like a curiosity when I started back in April 2012. An old couch potato like me tried to take up running? Then I discover that running is pretty similar to life. Both require endurance, patience, perseverance, commitment & humility. Both demand I be happy with who I am and be content with my own progress. Comparing myself to others only lead to self destruction. I will always find someone who is doing a better job than me and I will get discouraged or worst I will quit. I will always find somebody I'm doing a better job than and I will be filled with foolish pride or worst I will be arrogant. It takes a lot of practice to be gratified with whatever milestone in running or life. Practice makes perfect.